DAYCATION ON SUNDAY
Oleh: Hilwah Tsaniyah
“Ninaaa ayo bangun” teriak ibu dari balik pintu kamarku.
“Mau ikut ngga? Ayah mau ngajak pergi tuh” lanjut ibu.
Ini hari Minggu pagi, biasanya aku akan bangun nanti siang. Tapi gara-gara ibu bangunin aku dan bilang mau pergi jadi ngga ada alesan buat ngga cepet-cepet bangun kemudian mandi. Padahal belum tau juga mau pergi ke mana. Setelah semuanya rapih ayah, ibu, aku, dan kak Fahmi segera naik mobil. Tapi kita ngga cuma berempat ternyata tanteku dan keluarganya ikut, ada suaminya dan dua anak perempuannya. Kita berdelapan berada dalam satu mobil yang sama.
Anak tanteku yang kedua ini ngga suka kalau naik mobil, akhirnya jadi sering ‘mabok’ kalo pergi pake mobil. Jadi selama diperjalanan dia menutup hidungnya dengan masker dan AC mobil ngga boleh nyala akhirnya kita pake AC alami (angin cepoi-cepoi gitu). Selama 2 jam perjalanan ditempuh kami sudah dekat dengan destinasi yang ingin kita tuju, kita melewati bukit demi bukit dan kampung demi kampung rasanya sangat melelahkan. (btw ini idenya kakakku untuk pergi ke Sasak Parahyangan, gunung Bongkok di daerah Purwakarta, Jawa Barat. Padahal dia aja belum pernah ke sana jadi kita hanya mengandalkan maps)
“yah, cari tempat makan dulu deh ibu laper belum sarapan tadi” kata ibu dan dianggukan oleh kita semua tanda bahwa kita semua setuju untuk cari warung makan terlebih dahulu.
Setiap warung makan yang berada di pinggir jalan kampung itu selalu tutup. Saat berhenti di warung makan pertama, ternyata warung makannya buka saat sore jadi kita melanjutkan perjalanan sembari mencari destinasi yang kita tuju. Setelah berjalan hampir 15 menit kita menemukan warung makan yang buka dan kami memutuskan untuk berhenti makan dan beristirahat sebentar kemudian setelah selesai kami berangkat melanjutkan perjalanan.
Setelah kami bertanya ke warga sekitar tempat wisata gunung Bongkok sebenarnya sudah tidak jauh dari tempat kami makan dan beristirahat tadi. Tapi karena google mapsnya belum menunjukkan titiknya jadi kita terus jalan sampai kelewatan dan kami sepakata untuk putar balik kemudian bertanya lagi ke warga sekitar untuk memastikan. Kamipun mengikuti jalan yang diarahkan oleh warga setempat.
Kami masuk ke gangan yang ada gapura diatasnya, kanan kirinya masih rimbun akan pepohonan bambu dan pohon-pohon besar lainnya, sungai yang hampir tertutupi oleh pepohonan, jalanan yang menanjak dan hanya ada satu arah. Kami semua sempat diam sejenak, was-was dan berharap jalan ini ada ujungnya. Aku sempat menyalahkan kak fahmi karena ia sendiripun tidak tahu pasti tempatnya ada dimana. Tapi kami tetap jalan karena untuk putar balik mobilpun tidak bisa.
Sampai akhirnya kami melihat ada satu orang yang sedang berdiri di atas batu besar, aku merasa lega tapi aku tidak tahu pasti apakah mereka merasa lega atau tidak. Setelah melewati jalanan semi hutan dan melihat orang, sampailah kami di wisata Sasak Parahyangan, gunung Bongkok, Jawa Barat. Ternyata yang kami lewati barusan adalah jalan belakang dari tempat wisata tersebut yang mungkin itu hanya dilewati oleh warga setempat.

Komentar
Posting Komentar