It’s Okay, Mari Hidup Normal
Oleh: Fitriatul wilianti Tentang kamu yang terlalu baik namun diabaikan Yang telah berkorban namun bahkan tak dilirik. Kamu yang berbagi suka cita untuk mereka yang terbiasa menikmati. Yaitu mereka yang pernah menganggapmu kecil, mereka yang bisa merendah dengan muka tebal untuk sekedar memperoleh, dan tentu saja tanpa kembali menoleh apalagi berterimakasih. Mereka yang selalu lurus tanpa mau membagi dan dibagi, yang selalu menawarkan luka tanpa merekatkan obat. Walau ini juga salahmu, ini keluhanmu, keluhan lama tiada akhir, yang punya solusi tapi tak mau dipatuhi. Karena dirimu yang masih mencoba normal untuk menerima mereka. Dirimu yang masih bersikap wajar meski kemudian kembali tertampar. Kamu yang melewati batas kemudian menggerutu dan menyalahkan diri sendiri lantas mengotori hati dan pasti berakhir dengan salah yang selalu membersamai. Sekarang, mari coba mengabaikan Mengabaikan apa yang akan kamu dapat, dengan tanpa mengharapkan hasil dari apa yang kamu ...