Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERPEN

Siapa Dia

Gambar
  By: Dinda Novita Sari Pagi itu di antar gerbong-gerbong kereta yang tengah berjalan. Aku melihatmu duduk di samping jendela dengan mata mengarah keluar. Seolah tengah mengagumi hamparan gunung dan sungai yang tuhan ciptakan. Begitu indah memang ciptaan tuhan, bukan…bukan, yang ku maksud bukan hannya pemandangan itu namun juga dirimu. Sungguh nikmat tuhan mana lagi yang bisa ku dustakan. Kau duduk disana, di kursi sebelah kiri bersebelahan dengan kursi yang tengah ku duduki. Kupandangi dirimu secara diam-diam, membuatku bertanya-tanya “siapakah dirimu wahai laki-laki berparas rupawan”. Dengan memakai sarung, baju kokoh, dan kopyah yang menghiasi kepalanya. membuatnya terlihat berbeda dengan laki-laki lainnya. Ingin rasanya kumendekatinya dan bertanya “hai siapa namau?” namun tidak itu hanya akan membuatku terlihat bodoh di hadapannya. Untuk sekian kalinya kupandangi dirinya, namun kali ini sepertinya aku ketahuan karena tiba-tiba ia menoleh menatapku. Seolah memergokiku te...

GANG KECIL DI KALA HUJAN

Gambar
Oleh: Hilwah Tsaniyah Sore hari dengan langit yang biru itu bergeser pelan menjadi abu-abu. Angin pun ikut berhembus pelan menyapa dedaunan. Langit memang mendung, namun angin dan udara yang sejuk itu membuat banyak orang memilih duduk-duduk dan bencengkrama di depan teras rumah bersama keluarga atau bersama para tetangga. Selepas adzan ashar berkumandang, rintik hujan mulai turun dan perlahan membasahi halaman depan rumah, jalan-jalan, dan pohon-pohon. Orang-orang pun ikut berhamburan. Ada yang berlari menuju rumah, ada yang mengambil jemuran, atau memasuki motor ke dalam teras rumah masing-masing. Rintik-rintik yang jatuh itu menjadi gerimis kemudian berganti menjadi guyuran hujan deras. Kalau tidak hujan, sore itu di gang kecil itu ramai dengan orang-orang yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang tampak santai duduk di teras rumah, ada yang mengantar anaknya mengaji, atau gerobak yang menghalangi motor lewat karena ukurannya yang lebih lebar dibanding motor. Jug...

BOON PRING ABDEMAN

Gambar
  Oleh Siti Fathimatuz Zahro Malang. Suatu kata dengan makna miris yang bahkan siapapun tidak ingin berada disituasi itu. Bahkan sekedar membayangkan saja, tak akan mampu berlama-lama. Jangan sampai. Namun bagi ku dan banyak orang lainnya, Malang adalah suatu kata yang penuh dengan kenangan. Menyusuri jalanan dengan bergandeng tangan, bercanda seolah hanya aku dan kamu yang ada. Jajanan sempol dengan tusuk yang panjang seolah mampu melukis wajah bahagia itu diawan senja. Pinggiran trotoar yang tak pernah luput dari jejak-jejak malam dengan secangkir kopi susu. Gelak tawa hingga hingar bingar suara musik ku bersama teman-teman berbincang akan tugas-tugas kuliah belum lagi rencana skripsi penentu ketepatan waktu studi. Mengulas setiap dosen-dosen dengan segala keotoriterannya atau deadline semuanya yang harus tepat waktu. Belum lagi tempat wisata penghilang penat diakhir pekan. Aah mana saja yang belum ada jejak-jejak kaki disana? Ku kira tempat-tempat itu yang akhirnya m...

CEMARA YANG TUMBANG II

Gambar
Oleh Syifaul Fajriyah         Siang itu yang terik, aku pulang dari membeli perlengkapan untuk calon buah hati kita. Kandunganku kini sudah memasuki 8 bulan. Dan sudah dipastikan oleh Dok Nin, anakku termasuk kaum hawa. Mobil bewarna silverku telah mendarat di garasi rumah. Nampak, mobil yang sama denganku namun bewarna hitam parkir disampingku. Oh, ini mobil Dok Nin yang katanya hadiah dari kekasihnya. Cantik juga ya, batinku. Ku ambil barang bayi yang ada di bagasi mobil, sambil dibantu oleh Bi Nera yang jadi teman belanjaku hari ini. Sebab, Mas Bagas sibuk dengan kantor dan segala kesibukan CEO.  Ku langkahkan kaki menuju ruang tengah, terkejut aku dibuat. Bagaimana tidak, semua berantakan seperti kapal pecah. Pikiranku pun juga sudah kemana-mana, aku khawatir ada perampokan dan Nina disandra. Bi Nera yang berdiri di belakangku bergegas mengambil pisau dapur. Tanpa pikir panjang, aku mengendap-endap menuju kamar tamu milik Nina. Pemandangan siang itu mem...

KELURGA YANG IDEAL

Gambar
    Oleh Reza Kemal Alkisah hiduplah sebuah keluarga yang di dalamnya seorang suami dan istri dengan 3 anak, 2 di antara mereka telah menginjak usia dewasa. Cerita ini berawal ketika mereka berdua masih dikarunia 2 anak yang kira-kira usianya baru menginjak belasan, sebenarnya pada awalnya keluarga ini terlihat tentram dan normal-normal saja, mungkin karena dari kedua belah pihak, masih belum menganggap ini suatu masalah yang serius dan sangat kompleks untuk keberlansungan keluarga mereka kedepannya. Semuanya berjalan mulus saja bagaikan air sungai yang terus mengalir mengikuti arus di dalamnya. Meskipun begitu, sebenarnya jauh sebelum itu, keluarga ini bisa dikatakan memiliki permasalahan. ya, memang benar, keluarga mana yang tidak memiliki permasalahan? Semuanya pasti akan menghadapi yang namanya berbagai permasalahan dalan rumah tangga mereka, tergantung seberapa kuat kapasitas dan ilmu kedua belah pihak memadamkan masalah tersebut. Dan tidak luput pula kepada keluarga in...

KAMPUNG PROGRESIF

Gambar
  http://banten.co/lukisan- kehidupan-masyarakat-baduy- jadi-kebanggan-wks- rangkasbitung/ Oleh: Bagus Isnu Hariadi Kampung bendungan merupakan pencetak generasi yang berkemajuan, setiap apapun yang dilakukan oleh kaum muda entah dari segi penampilan atau tindakan selalu mendapatkan dukungan moral sekitarnya. Masyarakat sana berprinsip bahwa   tidak lagi penindasan bagi sesama dan setiap dari langkah pasti membawa makna. Dari kecilnya prinsip yang ditanamkan oleh orang-orang tua dulu selalu bergulir hingga ke kaum muda, maka tak khayal jika pemuda pada kampung berjuluk star village itu ber-mindset kemajuan. Pak Argus selaku kepala suku dikampung Bendungan, tak lelah dalam mengontrol kondisi kehidupan masyarakat, dia mengajak kepada semua untuk tetap mematuhi hukum adat yang sudah ada. Dilain hari pak Argus menjumpai pemuda yang berpenampilan rapi layaknya pejabat, sehingga dalam hati pak Agus mendobrak agar bertanya pada dia “Hei Sobat, hendak kemana dirimu.?” Lagak ke...

Bidadari Tiga Warna

Gambar
Doc pribadi Oleh : Hany Zahrah             Sembilan wanita cantik yang menanti waktu weekend . Bagi mereka weekend adalah hari yang paling tepat untuk me time . Moment inilah yang dilakukan sembilan wanita cantik, sebutan apalagi kalau bukan bidadari. Tujuan mereka ialah Pantai Tiga warna. Salah satu surga tersembunyi di Pulau Jawa. Bidadari itu ialah zahra, lila, nia, yati, ana, vira, nur, hima, dan alfi.              Ayam berkokok, mataharipun tersenyum memancarkan sinar menandakan hari sudah pagi, mereka segera bersiap-siap. packing perlengkapan, dan sarapan adalah hal yang wajib dilakukan sebelum bepergian. Memakai ootd yang cantik bak putri kerajaan ialah suatu kewajiban bagi kesembilan bidadari ini. “Pake baju apa ya?” Zahra yang diam mematung di depan lemari “Duh nih anak mesti ribet kalo mau keluar” Sahut Lila sambil membantu memilah baju untuk Zahra. ...

ALL ABOUT HANNA

Gambar
  Oleh: Nurmiati Habib Hanna   Mahira, mahasiswi jurusan teknik arsitektur   salah satu Universitas ternama di kota Malang yang terkenal dengan kecerdasan dan kecantikannya. Ia sering kali diperbincangkan oleh para lelaki di satu jurusan maupun fakultas hingga tingkat Universitas. Hanna sapaan hangat yang orang lain sering memanggilnya. Perempuan cantik berkulit putih yang memiliki berat badan ideal dan lesung pipi yang menghiasi wajahnya   sangat pas dengan kepribadiannya yang lembut namun penuh ketegasan. Ia memutuskan untuk menimba ilmu di pulau Jawa dengan mengambil segala risiko yang akan dihadapi. Intinya keputusan yang telah dipilih sebisa mungkin untuk tanggung jawab hingga akhir. Dengan tekad dan semangat yang kuat untuk menyelesaikan pendidikan ,akhirnya Hanna memutuskan untuk kuliah dan bekerja sebagai guru les siswa sekolah dasar serta berjualan online apapun asalkan menghasilkan uang. Sebenarnya dahulu, orang tua Hanna adalah orang yang berkecukupan ...

TADARRUS

Gambar
  https://images.app.goo.gl/QyaW7cEydMn52kg38 Oleh: Ahmad Nasrul Maulana Sumbar, begitulah masyarakat sini menamai langgar tua di sudut kampungku. Bangunan yang hampir seluruhnya terbuat dari kayu mayu itu, telah berpuluh tahun mengengkrami sepetak tanah sempit bekas kuburan Belanda jaman dulu. Meski demikian, tak sedikit orang memilih untuk beribadat di langgar itu, dibanding harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke masjid besar di sebrang kampungku. "Yuk, nanti kamu baca lima lembar dulu yaa !! Soalnya aku harus ke rumah Uwak Hasyim dulu". Tadarrus adalah salah satu tradisi wajib setiap malam Jum'at di langgar Sumbar. Biasanya, tadarrus digelar hingga pukul sebelas malam dan didominasi oleh kaum perempuan. Aku dan Zahra memutuskan untuk menutup acara Tadarrus di Sumbar malam ini. Hal itu tentu saja menuntutku untuk berada di dalam Sumbar lebih lama yang semakin malam kian menyepi. Sebab kebanyakan dari mereka yang usai melantunkan ayat Al- Qur'an di to...

SEMBRONO

Gambar
  Oleh: Moh. Rizal Haqqul Yakin Pagi-pagi sekali, sebelum terik matahari aku sudah bangun dan bersiap untuk pergi ke suatu acara, rencananya aku juga mau menginap semalam di sana. Kebetulan aku gak sendirian, dua hari sebelumnya aku dikabari kalau temanku akan pergi ke acara yang sama dan mengajak goncengan bareng. Pasnya lagi aku masih bingung mau pinjam motor, karena tempat acaranya lumayan jauh di luar kota . Kebetulan banget pokoknya, ibarat dikasih makan pas bingung lapar gak ada uang, hehehe. Aku jalan ke tem p at tinggalnya sambil bawa helm, ya a ku p ikir karna jauh juga tempat acaranya . Kalau nggak, ya tetap bawa helm juga sih, hehehe, n amanya juga biar aman, siapa tau pas di jalan ketemu P olisi. Tiba di s ana firasatku m u lai gak enak, saat temanku ini gak pakai helm.   (percakapan kami dalam bahasa Jawa) "awakmu nggak gowo helm ta?" "gak wis helm ku dek njero, aku isin lek ketahuan A buya lek'e metu ora izin", saut nya sambil...