Siapa Dia
By: Dinda Novita Sari Pagi itu di antar gerbong-gerbong kereta yang tengah berjalan. Aku melihatmu duduk di samping jendela dengan mata mengarah keluar. Seolah tengah mengagumi hamparan gunung dan sungai yang tuhan ciptakan. Begitu indah memang ciptaan tuhan, bukan…bukan, yang ku maksud bukan hannya pemandangan itu namun juga dirimu. Sungguh nikmat tuhan mana lagi yang bisa ku dustakan. Kau duduk disana, di kursi sebelah kiri bersebelahan dengan kursi yang tengah ku duduki. Kupandangi dirimu secara diam-diam, membuatku bertanya-tanya “siapakah dirimu wahai laki-laki berparas rupawan”. Dengan memakai sarung, baju kokoh, dan kopyah yang menghiasi kepalanya. membuatnya terlihat berbeda dengan laki-laki lainnya. Ingin rasanya kumendekatinya dan bertanya “hai siapa namau?” namun tidak itu hanya akan membuatku terlihat bodoh di hadapannya. Untuk sekian kalinya kupandangi dirinya, namun kali ini sepertinya aku ketahuan karena tiba-tiba ia menoleh menatapku. Seolah memergokiku te...