SERANI 1
Oleh: Indah Mawaddah Rahmasita
Namaku Serani. Hidup ku di bumi pertiwi. Peranku menjatuhkan para tirani. Suatu hari aku bertemu dengan anjing dan kucing, mereka bergelut ria tanpa tahu siapa yang mati. Dalam gelutnya terucap suatu kata yaitu "lawan". Dalam hati ku bertanya "siapa yang dilawan?, sampai-sampai mereka harus senggol bacok seperti itu".
Keesokan harinya, aku melewati sebuah gedung. Di sana banyak orang ketawa "hahaha" "hihihi". Ku kira yang ketawa adalah manusia ternyata para tikus berdasi. Saat itu, langsung aku bersembunyi. Entah kenapa aku takut. Tapi aku tak kuat hati melihat sikap mereka. Dan aku mengingat kejadian kemaren saat para anjing dan tikus beradu saat gelut kemaren.
Aku masih ingat. Hari itu, hari Kamis, tanggal 05 Oktober 20xx. Aku berada di garis terdepan bersama para anjing, para kucing dan para manusia beradab. Aku mensorakkan semua argumen ku terhadap undang-undang yang para tikus berdasi ciptakan.
Meski ragaku bergetar, meski lidahku kaku dalam berucap. Dengan lantang ku katakan "wahai para tikus berdasi, copotlah dasimu, pergilah dari kursimu, jangan kau hancurkan kami, dengan bualan-bualan manis, tapi membunuh kami,..."
Aku dan gerombolanku pun, dengan lantang mengucapkan "lawan, lawan, turunkan". Meski kami berhasil menjatuhkan mereka, tapi tirani belum berakhir. Kini negeriku masih sakit....

Komentar
Posting Komentar