sumber gambar: kemuseum.com Oleh Ahmad Jaelani Yusri Blambangan dikenal sebagai wilayah paling timur Pulau Jawa. Namun sekarang dikenal dengan nama Banyuwangi. Bagi pecinta sejarah, Museum Blambangan bisa menjadi salah satu spot yang tidak boleh ditinggalkan. Museum ini berada di Jalan Ahmad Yani No.78, Taman Baru. Saya selaku mahasiswa UIN Malang tertarik dengan sejarah Banyuwangi. Oleh karena itu saya menyempatkan diri untuk berkunjung kesana. Dilihat dari luar, bangunannya tak terlalu besar dan lebih mirip kantor. Di sudut kiri ada kereta kuda yang terlihat kusam. Masuk ke dalam terdapat papan keterangan timeline banyuwangi, dan disebelah kiri ada etalase yang berisikan benda-benda kuno berupa guci, kendi, Al-Qur’an kuno, arca. Lalu kami disuruh untuk mengisi absen oleh petugas museum. Nampak dari baju yang ia kenakan menandakan bahwa ia adalah mahasiswa yang sedang magang. Di buku tamu, terlihat data kunjungan yang sedikit. Tiap hari itu tak sampai...
Oleh : Ahmad J Yusri Nadzom Imrithi atau kitab Al-Imrithi merupakan matan Kitab Jurumiyyah. Kitab Ilmu nahwu yang diubah menjadi bentuk nadzom atau syair. Di kalangan santri, kitab ini menjadi salah satu sorogan favorit dalam ilmu alat lanjutan. Pada umumnya, santri mempelajari kitab ini setelah memahami dan belajar kitab Jurumiyyah. Dengan cara penyampaian nadzom seperti ini, santri-santri akan terbantu ingatannya atas hapalan-hapalan yang sangat musykil sekalipun. Pengarangnya bernama lengkap Yahya bin Nur ad-Din abi al-Khoir bin Musa al-Imrithi as-Syafi’i Al-Anshori al-Azhari. Beliau juga memiliki gelar Syarofuddin. Beliau adalah ulama abad ke-16 M yang merupakan seorang sarjana al-Azhar. Julukan yang lain adalah an-Nadzim, karena kepiawaiannya dalam membuat nadzom. Kitab Imrithi tersusun dari 254 Bait yang membahas tentang pelajaran nahwu yakni tatabahasa Arab layaknya grammar dalam Inggris. Tapi jika ditelisik lebih dalam ternyata di setiap bait Imrithi tak hanya ...
Oleh: Inayatul Maghfiroh Sebagaimana kita ketahui, salah satu tahapan untuk mewujudkan impian selain dengan berusaha kita juga harus berdo’a. setiap orang musti optimis dalam berdo’a, mengharap terwujud impian-impiannya, namun jangka waktu yang cukup membuat menanti kadang kali menjadi sumber kepesimisan seorang hamba, tentunya mungkin bagi orang yang butuh untuk selalu diingatkan agar sadar bahwa hanya Allah SWT yang memiliki kuasa. Terlepas dari itu semua, disisi lain banyak yang meyakini bahwa kita musti hati-hati dalam berucap, dikarenakan katanya “ nanti kalau ada malaikat lewat do’anya terkabul, makanya berbicara yang baik-baik saja”. dari dua pembahasa awal yang cukup berbeda ini, setidaknya cukup bisa diambil kesimpulan betapa seseorang menanti do’a-do’anya di “amini” malaikat agar segera terkabul. Disisi lain, merasa bahwa impian belum terkabul sebab terhalang dosa-dosa, maka meyakini de...
Komentar
Posting Komentar