JANGAN LUPA BERDZIKIR

Oleh: Muhammad Rian Ferdian

Dzikir merupakan ibadah hati dan lisan yang bisa dikerjakan oleh seroang hamba baik dalam keadaan diri, duduk maupun berbaring. Dzikir menurut bahasa merupakan kata serapan dari bahasa arab dzikrun yang berarti menyebut atau mengingat. Sedangkan definisi dzikir menurut istilah adalah menyebut dan mengucapkan nama Allah atau menjaga dalam ingatan (mengingat). Dzikir bisa dilakukan dengan lisan maupun hati, akan tetapi menurut imam nawawi yang paling afdhol adalah dzikir dilakukan bersamaan antara lisan dan hati. 

Dzikir tak hanya sebatas duduknya seseorang setelah sholat kemudian menyebutkan nama-nama Alloh, lebih dari itu sholat yang kita kerjakan merupakan dzikir, membaca al-qur’an merupakan dzikir, berdoa merupakan dzikir, bertafakur merupakan dzikir. Apapun yang membuat kita ingat kepada Allah, sejatinya kita sedang berdzikir. 

Ketika seseorang lupa, lalai dalam berdzikir, biasanya ia akan lupa daratan, ia akan lupa untuk apa ia diciptakan. Hatinya perlahan mulai condong kepada dunia, padahal ketika diri sudah mulai condong kepada dunia maka hati pun perlahan akan ditutupi kegelapan. Gelapnya hati akan berdampak kepada fikiran yang tak bisa berfikir jernih, fikirannya akan dipenuhi dengan bagaimana cara menggapai dunia, tubuh akan terasa berat dalam melaksanakan ibadah, lisan pun akan berat menyebut asma Alloh. 

Tak kala hati sedang galau, gelisah, gundah gulana, salah satu obat mujarap yang bisa dilakukan adalah berdzikir. Dengan berdizkir hati akan menjadi tenang, fikiran tenteram, galau pun hilang, permasalahan yang ada akan lebih mudah ditemui jalan keluarnya. Karena ketika fikiran sedang mumet, gelisah, stres, sumpek, akan berpengaruh pada kinerja otak dalam berfikir. Seseorang yang sedang dalam kondisi seperti itu biasanya cenderung tidak bisa berfikir secara luas bahkan fikirannya cenderung selalu mengarah ke arah negatif. Maka agar hati dan fikiran kita senantiasa tenang dan damai, jangan sampai hati kita lalai dalam mengingat Alloh, jangan sampai lidah kita kering dari menyebut asmanya.

Dengan berdzikir hati akan senantiasa ingat dengan sang pencipta, diri akan senantiasa dekat dengan sang maha kuasa. Hati akan senantiasa dekat dengannya, selalu ingin berbuat kebaikan, selalu ingin menebar kemanfaatan. Diri ini akan senantiasa takut berbuat maksiat, malu melakukan perbuatan-perbuatan nista, malu melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarangnya, karena seorang yang senantiasa berdzikir kepada Alloh, gerak-geriknya akan senantiasa merasa diawasi oleh sang maha. Mudah-mudahan kita termasuk kepada hambanya yang senantiasa memenuhi hati kita dengan mengingatnya, senantiasa membasahi lidah kita dengan berdzikir kepadanya, aamiin yaa robbal ‘alamin.


Pondok Pesantren Darun-Nun Malang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MOTIVASI ALA IMRITHI UNTUK KAUM MUDA

MENGUNJUNGI MUSEUM BLAMBANGAN

BIOGRAFI PENGARANG KITAB QAMUS AL MUHITH