PEMUDA 2000 DUA PULUH

 


Oleh: Fitriatul wilianti

Apa yang terlintas di benak kita, ketika usia yang terbilang sudah tidak muda lagi?, Bagaimana perasaan kita ketika memikirkan kehidupan yang semakin berubah ke depannya? Apa saja yang sudah kita capai, selama hidup yang hampir 20 tahunan ini?, Dan apa rencana serta target kita untuk hidup kedepannya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, walaupun tidak ditanyakan langsung oleh orang-orang sekitar tetapi kadang dipertanyakan oleh benak kita sendiri. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan yang bisa dijawab langsung begitu saja, karena semua itu merupakan hal yang tidak mungkin kita ketahui karena terjadi di masa yang akan datang. Lantas, apa yang sudah kita persiapkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan sebesar apa kemampuan kita untuk menjawab setiap pertanyaan yang muncul?.

Sebelumnya, jika kita berbalik arah, banyak kisah-kisah pemuda luar biasa yang bisa menginspirasi kita semua, misalnya pemuda-pemuda islam seperti; Muhammad Al-fatih yang berusia 21 tahun sang penakluk konstantinopel, Muhammad Al-qasim 18 tahun juga berhasil menaklukkan India dan menjadi seorang jenderal pada masanya, dan masih banyak tokoh-tokoh pemuda inspirator lainnya, baik itu pemuda-pemuda islam, maupun tokoh-tokoh inspirasi kehidupan lainnya, baik di Indonesia bahkan tokoh dunia yang hidup di masa sekarang.

Dan sekarang mari kita perhatikan diri kita masing-masing, apa yang sedang kita jalani sekarang, misalnya di usia 20-an, kebanyakan dari pemuda-pemuda Indonesia berstatus sebagai mahasiswa aktif di setiap kampus, ada pula yang menjadi pekerja biasa dan membatu orang tua, bahkan ada yang menjadi sukses sebagai Polri ataupun TNI. Lalu, bagaimana kehidupan kita yang sebagai Mahasiswa biasa dalam mengahadapi masa depan?, bagi mahasiswa kedokteran kemungkinan kehidupan mereka sudah dapat dipastikan kedepannya, ataupun mereka mahasiswa-mahasiswa yang berada/golongan berharta, mereka akan santai saja karena kehidupan mereka tertata dengan uang, apalagi mereka yang ber-iq tinggi dan pintar dalam segala hal, pasti santai dalam hal menjawab pertanyaan di atas juga persoalan masa depan.

Tetapi bagaimana dengan kita Mahasiswa biasa, kehidupan standar, Iq standar, bukan mahasiswa kedokteran dan tidak terlahir dari keluarga kaya. Bagaimana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas. Kebingungan bukan? Apalagi saat ini pikiran kita sedang tidak terarah, bukan berada pada fase semangat-semangatnya belajar dan meraih kesuksesan, apalagi bagi kita seorang mahasiswa yang misalnya sekarang berada di semester lima, menjalani kuliah daring, di mana masa semester lima adalah masa-masa dimana tugas hanya sekedar dikerjakan, apalagi tugas-tugas kuliah dimasa semester lima terlihat membosankan dan biasa saja, didukung oleh perkuliahan daring yang mahasiswanya hanya sekedar mendengarkan, membaca, mempresentasikan, dan meresume materi saja, ataupun yang paling tinggi, kita mungkin melakukan praktik lingkungan langusung. Tidak ada yang spesial hanya seperti proses pada semester-semester sebelumnya. Dan oleh karena itu, mengingat banyaknya kekurangan serta terbatasnya pencapaian yang kita miliki, setidaknya sebagai mahasiswa aktif yang walaupun masih berproses secara daring maka tetaplah semangat dan menjalani proses itu, berhenti bermain-main, targetkan kehidupan ketahap yang lebih tinggi, dan jadikan setiap kejadian hari ini untuk lebih baik kedepannya dan temukan tokoh-tokoh pemuda inspiratif yang bisa kita jadikan contoh dan menginspirasi. Tetap semangat dan semoga kita semuanya mempunyai jawaban di hati, pikiran bahkan didepan mata untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan diatas. Sekian, Bima 9 Oktober 2020, dari saya mahasiswa aktif yang beraktifitas pasif. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MOTIVASI ALA IMRITHI UNTUK KAUM MUDA

MENGUNJUNGI MUSEUM BLAMBANGAN

BIOGRAFI PENGARANG KITAB QAMUS AL MUHITH