RESENSI NOVEL ORANG-ORANG PROYEK

 


 Oleh Ira Safira Haerullah

            Penulis: Ahmad Tohari

            Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

            Tahun Terbit dan Cetakan: 2007 cetakan keempat 2019

            Tebal Buku : 253 Halaman

            Harga Buku: 45.500

 

 Novel Orang – Orang Proyek karya Ahmad Tohari menceritakan tentang kisah seorang insinyur yang mendapat proyek di desa Cibawor. . Novel ini menggambarkan tentang  dunia proyek. Berlatar belakang sekitar cerita sekiar  1990 – an orde baru Insinyur itu bernama Kabul, seorang kepala proyek yang memegang mega proyek pembangunan jembatan.  Lelaki berusia 30 tahun itu adalah mantan seorang aktivis pada masa kuliahnya. Insyur tersebut mengerti betul bagaiman mutu dan standart yang baik dalam pembangunan jembatan.

Kabul sadar akan proyek yang dijalani olehnya terdapat permainan politik di dalamnya. sebagaimana ketika percakapan Pak Tarya seorang pensiunan pegawai yang tidak sengaja ditemui Kabul ketika Pak Tarya sedang memancing.

“Penguasa yang punya proyek dan para pemimpin politik lokal menghendaki jembatan itu selesai sebelum Pemilu 1992. Karena, saya kira, peresmiannya akan dimanfaatkan sebagai ajang kampanye partai golongan pengusaha. Menyenbalkan. Dan inilah akibatnya bila perhitungan teknis-ilmiah dikalahkan oleh perhitungan politik.” Hal. 11

Namun karena dia mantan seorang aktivis yang tidak suka akan ketidakadilan dan penindasan Kabul menanggung beban bathin yang sangat mendalam. Masyarakat awam pun secara tidak langsung ikut menggerogoti dengan cara menyogok mandor dengan mandor untuk meminta sisa bahan – bahan proyek.

“Mungkin. Atau entahlah. Tapi agaknya mereka, masyarakat, terpaksa menerima perilaku edan sebagai hal biasa karena sudah menjadi hal keseharian yang terjadi di mana pun, kapan pun,” halaman 80

 Bahkan marbot masjid datang menemui Kabul dengan menggunakan jaket partai GLM untuk meminta material dan dana proyek untuk dijadikan sumbangan. Namun Kabul  dituduh komunis karena dengan tegas menolak.

“Tapi nanti dulu. Karena kesuciannya, pembangunan sebuah masjid harus tertib dan pakai tata krama. Semua material di sini kan, dibeli untuk membangun jembatan, bukan lainnya. Jadi kalau ingin tertib, semua material di sini tidak boleh dipakai untuk tujuan lain, kecuali sisanya.”

Keberanian Kabul sering mendapatkan ancaman untuk dirinya sendiri dan kedudukannya sebagai pemimpin proyek jembatan yang dijalankan. Setelah beberapa bulan kemudian Kabul memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tersebut dan pulang ke kampungnya. Dibalik kisah tentang pergelokan batin Kabul dengan orang – orang yang ada dalam proyek adapun kisah cinta Kabul dengan Wati. Seorang perempuan yang menjadi sekertarisnya. Berkat coblangan Mak Sumeh seorang pedagang di samping lingkungan proyek Kabul memperistri Wati.

Buku ini memiliki gaya bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat membuat pembaca dengan mudah menikmati alur cerita. Ukuran huruf yang tidak terlalu kecil juga menjadi enak dibaca. Dari novel ini kita bisa mempelajari dengan nurani apa yang dirasakan Kabul dan bagaimana kelicikan politik waktu itu.

Karena berlatar belakang orde baru maka pembaca harus berpikir keras membayangkan bagaimana keadaan orde baru. Dan terkesan membosan jika pembaca tidak menyukai sejarah atau buku yang tidak bergambar sebab dalam buku ini tidak terdapat gambar apa pun.

Novel ini direkomendasikan untuk kalian yang ingin mempelajari sejarah dan peka terhadap kehidupan social masyarakat. Novel ini membandingkan antara orde baru dan demokrasi sehingga mengajak pembaca untuk berpikir bagaimana perubahannya. Untuk itu jika kalian ingin mengenal sejarah tanpa harus membaca panjang lebar buku sejarah sepertinya novel ini cukup menarik untuk dibaca. Begitupun dengan karya - karya Ahmad Tohari lainnya.



Komentar

  1. Ulasan yang bagus' cukup gamblang untuk dicerna. Saya rasa pungli semacam itu masih banyak ditemukan di era sekarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUNJUNGI MUSEUM BLAMBANGAN

MOTIVASI ALA IMRITHI UNTUK KAUM MUDA

CARA JITU DIDO'KAN MALAIKAT