Isro' Mi'roj, Perjalanan Cinta dari Allah untuk Sang Kekasih

 

sumber : pinterest.id


 Savinatul Jannah

             Saat itu, sebelum Malaikat Jibril datang demi membawa Baginda Nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, Nabi sedang dalam kondisi duka, Sang istri tercinta, Sy. Khadijah wafat, pun Sang Pamanda tercinta, Abu Thalib juga wafat.

            Lalu sebelum perjalanan malam itu, segala kepedihan hati, kegalauan jiwa Sang Rasul diambil, Malaikat Jibril melakukan pembedahan dada mulia Nabi, mencucinya dengan air suci zam-zam, memenuhinya dengan segala sifat kebaikan, ketenangan. Dan ini bukan pembedahan pertama.

            Dengan armada Buraq yang gesit, penuh polah, yang awal kedatangannya tidak bisa diam, hingga Jibril menegurnya "Buraq, tidakkah kau bisa diam? Tahukah kamu siapa yang akan menaikimu? Dia adalah kekasih Allah paling mulia, Muhammad"

Baru kemudian Buraq diam, dia tertunduk malu.

            Rasul dan Malaikat Jibril pun berangkat menuju Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis (Palestina) di sana Rasul shalat yang makmumnya adalah para Nabi dan Malaikat, yang diketahui Nabi setelah selesai shalat atas info dari Jibril.

Sepanjang perjalanan menuju Masjidil Aqsha banyak peristiwa dan kejadian yang dijumpai Nabi.

            Hingga setelah itu, kemudian Nabi melakukan perjalanan Mi'roj, naik ke atas Langit Pertama sampai ketujuh, sampai Sidratil Muntaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUNJUNGI MUSEUM BLAMBANGAN

MOTIVASI ALA IMRITHI UNTUK KAUM MUDA

CARA JITU DIDO'KAN MALAIKAT