Ibadah dengan Bumbu Cinta


https://www.google.com/search?q=sholat+aesthetic&sxsrf=ALiCzsaHbCywEJ-ulJo6VNkOXwyj-HAmYg:1663076645237&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjYvLGl85H6AhUGD7cAHejxCfoQ_AUoAXoECAEQAw&biw=1536&bih=714&dpr=1.25#imgrc=c4mEqtAIrAGKKM



Hariski Romadona Setya


Mau sholat males, tapi kalau futsalan nggak males. Mau sedekah berat, tapi beli PS 5 enteng sekali.  Maka dari itu kita harus belajar kepada orang yang bukan hanya sekedar tahu, tetapi harus melakukanya. Beliau adalah Jalaludin Rumi, seorang sufi yang tersohor. Kata Rumi “ Tanpa cinta, semua ibadah adalah beban”. 

Kenapa kita keluarin budget buat travelling enteng, karena kita hobi atau suka travelling. Kenapa main futsal tidak berat, jam 10 malam pun berangkat, karena kita memang suka. Kalau itu semua mungkin gampang kita lakukan, sekarang bagaimana caranya agar suka ibadah ? 

Pertama, kita harus mengenal kepada siapa kita beribadah. Seperti kata pepatah, “tak kenal maka tak saying”. Kita sholat untuk menyembah Allah dan sholawat untuk mengagungkan Rasulullah. Siapa Allah dan Rasulullah ? Allah adalah Tuhan yang maha cinta. Dia Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dalam hadits qudsi Dia mengatakan “ Aku mencintaimu wahai manusia, maka cintailah kepadaku sebagaimana aku mencintaimu”. Gimana tu ? Allah nembak kita duluan, padahal kita yang butuh Allah. Itu adalah bukti Allah mencintai kita. 

Dalam surat Az Zumar 53 -54 Allah katakan semua dosa manusia bahkan dosa yang sudah kelewat batas sekalipun,  akan Allah ampuni jika kita bertaubat kepada Allah. Bahkan kalau sudah kita di akhirat, pasca kita dicuci dosanya di neraka kita akan dimasukkan dalam surga-Nya. Bahkan umat non muslim saking cintanya Allah pada manusia, Dia tetap memberi rezeki di dunia ini. Nggak ada ceritanya orang mati kelaparan karena dia atheis. Adanya mati kelaparan karena rezekinya diboikot oleh manusia lain. 

Rasulullah, beliau bergelar Nabiyurrahman, nabi yang penuh dengan cinta. Orang kafir memperolok, Beliau balas dengan senyuman. Melemparnya dengan batu,  beliau balas dengan kebaikan. Dibenci, malah dicintai. Apalagi kita sebagai umatnya, sampai detik akhir hidupnya beliau yang difikirkan adalah kita. Yang didoakan adalah kita, kebahagiaan kita di dunia dan keselamatan kita di akhirat. Bahkan nanti kalau kita ditakdirkan masuk neraka, maka nabi akan menolong kita dengan memberi kita sebuah voucher, yang namanya syafaat. Sehingga kitab bisa masuk surga bersama dengan orang-orang sholeh. Maka karena kita sudah tau beribadah kepada Allah dan Nabi yang penuh cinta, masa iya kita tidak beribadah dengan cinta. 

Kedua, sadari bahwa ibadahmu itu bukan untuk Allah tapi untuk dirimu sendiri, untuk kebaikanmu. Kamu ibadah terus Allah tidak menjadi hebat, kalaupun kamu tidak beribadah Allah juga ndak rugi. Sedekah misalnya, memangnya Allah butuh sedekah kita ? ya kita yang butuh agar punya tabungan tidak hanya di BRI (Bank Rakyat Indonesia) melainkan juga di BRS ( Bank Rakyat Surga). hahaha….

Ketiga, pahami makna dari setiap ibadah. Orang tidak akan cinta apa yang ia lakukan, ketika tidak tau maksud apa yang dilakukanya. Kenapa orang cari duit dengan bekerja keras ? agar supaya hidupnya enak. Kenapa mau rajin belajar ? karena ia tahu kalau pintar pangkal kesuksesan.  Kenapa mau capek-capek sholat ? sebenarnya ndak capek, toh hanya beberapa menit.

Keempat, kreatiflah dalam mencari kenikmatan beribadah. Yang gampang- gampang misal kenikmatan duniawi, kenikmatan bersedekah seikhlasnya atau semapunya jangan gengsi, niat sholat subuh dengan sekalian menikmati secangkir kopi, dan lain lain.

Kelima, jangan berputus asa. Karena semua hal itu perlu yang Namanya proses. Mencintai butuh proses, dan mengenal juga butuh proses. Karena hal itulah Allah melarang kita berputus asa. Ketika menyesal sedekah 100 ribu, tapi lakukanlah berulang-ulang hingga terbiasa. Meski ngaji mengantuk, pokok tetep berangkat. Sampai menemukan kenikmatanya.

Akhiran.. “ Al Quran tidak akan mengungkapkan pengetahuan terdalamnya, kalau kamu tidak mencintainya” dan “ shalat tidak akan menunjukkan kenikmatanya dan rahasia di dalamnya kalau kamu tidak mencintainya”.  

Tanpa cinta ibadah adalah kewajiban, dengan cinta ibadah adalah kecanduan. Asiik. 


Dikutip dari ceramahnya Habib Husein Ja’far Al Hadar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGUNJUNGI MUSEUM BLAMBANGAN

MOTIVASI ALA IMRITHI UNTUK KAUM MUDA

CARA JITU DIDO'KAN MALAIKAT