Postingan

DERMAGA YANG INDAH

Gambar
Oleh Riska Khoirun N         Ditengah julangnya pohon hijau Aliran air mengalir tiada ujung Menambah suasana seakan berada di ambang keindahan Suara gemercik seperti melodi indah Ditambah desiran angin yang membuat daun menari Membuat hati terasa bersih kembali Kau selalu membukan diri untuk orang yang merasa sepi Kau bisa menghibur Dan mengembalikan emosi seseorang yang frustasi Walau kau hanya diam Namun seolah menjawab semua tanda tanya Hingga kau jadi dermaga Yang setia sepanjang masa

SECANGKIR KOPI UNTUK PENJIWA DINGIN

Gambar
(Oleh. Charirotut Tohiroh) Malam berkelabut angin, dingin menusuk sukma. Hujan yang telah mengucuri kota dingin ini melahirkan segerombolan air yang bertakung, membanjiri seluruh adimarga. Hening nan lengang dibaluti malam yang semakin hitam, mataku terpacu pada cerminan banyangan pada genangan itu. _"mbak pesanannya sudah siap"_ Sejenak titik lidah pelayan di cafe itu melengahkan lamunanku. secangkir kopi panas menemani nada-nada sunyiku. Aku sadar bahwa sampai detik ini hidupku masih rumit, hari-hariku dibernasi kesendirian, nyenyat tanpa penghangat. Kuteguk kemolekan kopi yang berada di hadapanku. Manisnya seperti kembang gula. Andai kata hidupku seperti secangkir kopi ini, meski panas tapi balasannya dingin menimbulkan kecerlangan menyegarkan hati dan pikiran. Di tengah-tengah gemerlapnya malam, aku teringat ucapannya yang sempat membuatku merenung "Kamu tidak akan merasakan kebahagiaan!", tegasnya. Entah apa yang membuatku memutuskan kehen...

MEMORI LAMA

Gambar
Oleh: Fitratul Wilianti Dulu tepatnya di bulan april 2018 sehari setelah Ujian Nasional berakhir, aku dan beberapa teman kelasku memutuskan untuk mengadakan perpisahan terakhir dengan mendaki gunung, kebetulan saat itu aku sedang tertarik dengan petualangan-petualangan serta picture terbaru sebagai postingan instagram akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan rencana mereka. Kemudian kami memutuskan untuk mendaki salah satu Puncak gunung tertinggi di ujung timur kota Bima namanya adalah “Punce”, Gunung tersebut membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk mendaki, akan tetapi pada saat itu karena ada 4 orang teman perempuan yang ikut, termasuk aku didalamnya jadi itu merupakan salah satu beban bagi teman kami yang laki-laki karena menambah beban tanggung jawab dan memperlambat perjalanan. Saat itu kami mulai berangkat dari kota Bima sekitar ba'da ashar pukul 16.00 sore, dan mulai mendaki sekitar jam 17.00 kemudian sampai tepat di jam 23.30. Kami menghabiskan waktu sekitar 7...

TAK ADA NIKMAT SELAIN KULIAH

Gambar
Oleh: M. Hadiyan Ihkam Percayalah apa yang kamu dapat sekarang adalah apa yang orang lain inginkan. Banyak tem a n kita di luar sana ingin merasakan duduk di bangku perkuliahan , namun mereka tidak mempunyai biaya yang memadahi . K ebanyakan dari kita hanya menggerutu, mengeluh , hingga merasa seakan-akan mempunyai tugas perkuliahan yang sangat berat. S udahka h kita bersyukur dengan segala nikmat yang Allah berikan? Terkhusus nikmat kesempatan bisa melanjutkan pendidikan kuliah. Tak hanya itu, tugas yang dosen berikan kepada kita, bukanlah sesuatu yang patut dijadikan masalah besar. Memang itulah konsekuensinya. Kalo tidak mau dapat tugas kenapa kuliah? Pasti alibi paling kuat adalah mengatakan "aku kuliah karena dipaksa orang tua". Hah... Alasan klasik. Orang tua memang memaksa namun pasti beliau mempunyai maksud baik bagi kita dibalik semua itu. Dosen memberikan tugas itu untuk dikerjakan bukan disambati kayak sakit hati. Apalagi di ghibahi. Berkeluh ...

HARAPAN UNTUK PULIH

Gambar
Oleh Arfiatul Aliyah Mataku menyipit hendak memasuki layanan jasa kesehatan Dimana pasien membutuhkan perawatan untuk kesembuhannya Bau obat-obatan menguar masuk ke dalam indra penciuman Para perawat berlalu-lalang melaksanakan tugasnya Juga petugas kebersihan yang membersihkan dengan detailnya Hingga tak nampak kotoran sekecil apapun Kaca-kaca pun bersih bersinar seperti tanpa kaca Mungkin hanya debu yang terlihat dalam kejapan mata Tak terasa kakiku telah menyusur bilik Menapaki lorong-lorong rumah sakit Semerbak bau antiseptik Seketika aku berjalan dengan gesit Menuju ruangan dimana aba dirawat Banyak anak adam yang bermuka muram Bersandar di balik dinding   ruangan Tak henti berdoa untuk kerabatnya Agar segera diberi kesembuhan oleh-Nya Segera kususuri ruang rawat pasien Dengan tak sopan mataku melirik Miris mataku melihat banyak raga yang terbaring Terbaring diatas bankar berselimut biru Wajahnya pucat pasi, matan...